Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Maret 2010

Seminar Sastra dan Launching Antologi Puisi - Padangpanjang

[MAJALAH GONG] - Himpunan mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia (HIMA BASINDO) FKIP/ Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhamadiyah Kauman Padangpanjang, Sumatera Barat, akan melaksanakan acara Seminar Sastra Nasional dan Lounching Antologi Puisi “Lautan Sajadah”, pada hari Sabtu, 25 April 2009, Pukul 9.00 sampai dengan selesai, bertempat di Gedung Kuliah FKIP Kauman Padangpanjang. Tutur Ketua Panitia Sandy Octaria.

Sandy menambahkan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyambut bulan sastra. Acara seminar nasional berencana menghadirkan pembicara para sastrawan nasional, seperti; DR. (HC) Taufik Ismail dengan judul makalahnya ”Paradigma Baru Kesusasteraan Indonesia”, Gus Tf. Sakai (Sastrawan nasional) dengan materi “Proses Kreatif dalam menulis Prosa”, dan Sulaiman Juned (Penyair, Sutradara dan pimpinan Komunitas Seni Kuflet) dengan makalah bertajuk “Proses Kreatif Penulisan Puisi”. Kegiatan ini untuk memacu dan meningkatkan kreatifitas guru Bahasa dan Sastra Indonesia dalam proses belajar mengajar di sekolah, serta memacu semangat rekan-rekan mahasiswa untuk berproses kreatif, tambahnya.

Ketua HIMA BASINDO Immatul Jannah menambahkan, Acara seminar sastra nasional ini, pesertanya diharapkan dari kalangan guru, mahasiswa, siswa dan masyarakat umum. Selain Seminar Sastra, juga dilaksanakan Lounching perdana antologi puisi berjudul ‘lautan sajadah’. Antologi ini berisikan 104 puisi religius penyair asal mahasiswa FKIP/Bahasa dan sastra Indonesia UMSB. Antologi puisi ini dieditori oleh Penyair Sulaiman Juned dan Muhammad Subhan. Ini tahap awal kerja serius yang dilakukan rekan-rekan mahasiswa, untuk ke depan masih banyak kerja-kerja yang berguna bagi masyarakat yang harus dilakukan oleh mahasiswa. Tuturnya didampingi Sandy Octaria di ruang kerjanya.

Immatul Jannah menambahkan, para pembicara seperti sastrawan Gus Tf. Sakai dan Sulaiman Juned sudah berkenan untuk hadir menjadi pembicara. Begitu juga Sastrawan Senior DR (HC) Taufik Ismail berkenan untuk menjadi pembicara dalam acara tersebut. []

Sumber:
http://www.gong.tikar.or.id/?mn=agendabudaya&kd=157&to=view

Selasa, 05 Januari 2010

Puluhan Guru Bahasa dan Sastra Kenang WS Rendra


Minggu, 9 Agustus 2009 | 20:35 WIB

*DI RUMAH PUISI TAUFIQ ISMAIL

PADANG PANJANG, Tribunpekanbaru.com -- Wafatnya Penyair “Si Burung Merak” WS Rendra (1935-2009) dikenang puluhan guru Bahasa dan Sastra Indonesia se Sumatera Barat yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sumbar, Minggu (9/8), di Rumah Puisi Taufiq Ismail, Nagari Aie Angek, Kecamatan X Koto Kabupaten Tanah Datar.

Dalam acara itu juga dibacakan sajak-sajak karya Rendra yang fenomenal, seperti “Sajak Sebatang Lisong”, “Stanza”, “Kenangan dan Kesepian”. Selain para guru, puisi-puisi Rendra juga dibaca oleh Penyair Sumbar yang juga Dosen STSI Padang Panjang, yaitu Yusril dan Tatang Rukmana.

Taufiq Ismail yang juga pendiri Rumah Puisi di Nagari Aie Angek, menceritakan kenangan-kenangannya bersama Rendra yang merupakan sahabatnya. Bagi Taufiq, Rendra merupakan penyair yang kritis terhadap ketidakadilan yang dilakukan rezim pemerintah. Sikap kritis Rendra juga terbaca dalam sajaknya “Sajak Sebatang Lisong” yang beberapa hari terkahir dirilis beberapa media televisi nasional.

“Ketika Rendra terbaring sakit saya bersama Ati (istri Taufiq Ismail—red) sempat membezuknya. Dalam sakitnya Rendra tetap bersemangat,” ujar Taufiq Ismail mengenang.

Bagi Taufiq Ismail, Rendra adalah seorang muslim sejati meski dia seorang muallaf. Sebelum memeluk Islam, Rendra mempelajari banyak agama dalam mencari kebenaran. Dalam suatu kesempatan, ujar Taufiq, dalam kunjungan ke Inggris, pada suatu Subuh Rendra mendengar suara adzan yang sangat merdu dan menggugah jiwanya.

“Ketika mendengar suara adzan itu Rendra menangis, dan saat itulah ia mantap memilih Islam dan menjadi penganutnya yang baik hingga wafatnya,” ujar Taufiq.

Wafatnya Rendra, jelas Taufiq, di hari baik bulan baik yang tidak semua orang mendapatkannya. Rendra dipanggil Sang Khalik di malam Nisyfu sya’ban, malam Jumat, dan dishalatkan serta dimakamkan usai shalat Jumat.

Selain mengenang Rendra, pada kesempatan tersebut juga diadakan acara melepas salah seorang guru terbaik Sumatera Barat, Drs. Risman, M.Pd., guru Bahasa dan Sastra Indonesia SMA Negeri 1 Baso, Kabupaten Agam. Risman terpilih menjadi guru Bahasa dan Sastra Indonesia dan mengajar disalah satu sekolah Kedutaan Indonesia di Negera Jepang.

Selama ini, Risman dikenal sebagai mantan wartawan, penulis buku mata pelajaran, penulis buku fiksi anak dan juga menerbitkan majalah siswa SMAN 1 Baso bernama majalah “Simba”.

Dalam sambutannya Risman memohon doa kepada para guru untuk tugas-tugasnya di Jepang nanti. Dia juga mengharapkan di suatu saat nanti guru-guru asal Sumatera Barat banyak yang mendapat kesempatan belajar dan juga mengajar di luar negeri.

“Jika ada kemauan di sana ada jalan. Alhamdulillah kesempatan ini akan saya gunakan sebaik-baiknya untuk belajar dan mengajar,” ujar Risman.

Ketua MGMP Bahasa Indonesia Sumbar, Dra. Yurnelis pada kesempatan itu mengatakan, terpilihnya Risman sebagai guru di sekolah kedutaan Indonesia di Jepang merupakan kebanggaan Sumatera Barat. Apa yang telah diraih Risman menjadi motivasi para guru untuk terus meningkatkan kompetensinya.

“Mohon komunikasi kita tidak terputus dan kami berharap bapak Risman berkenan membagi-bagi pengalamannya selama di Jepang nanti,” ujar Yurnelis.

Taufiq Ismail di MAN Koto Baru

Sementara itu, Penyair Nasional Taufiq Ismail yang juga pendiri Rumah Puisi berbicara di hadapan seratusan guru tingkat SMP/SMA se Sumbar, Sabtu (8/8) di MAN Boto Baru, Padang Panjang. Taufiq tampil sebagai pembicara dalam “Seminar Pengembangan Metode Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia yang Asyik dan Menyenangkan”.

Dalam pemaparannya, Taufiq Ismail mengungkapkan, beratus-ratus tamatan SMA Indonesia sejak pengakuan kedaulatan 1950 sampai sekarang menjadi Generasi Nol Buku, yang rabun membaca dan lumpuh menulis. Nol buku karena tidak mendapat tugas membaca melalui perpustakaan sekolah, sehingga rabun membaca.

“Lumpuh menulis karena hampir tidak ada latihan mengarang di sekolah,” katanya.

Para guru, menurut Taufiq Ismail, tidak dapat disalahkan lantaran semuanya telah tersusun dalam kurikulum pelajaran yang terpusat. Guru mengikuti saja tanpa adanya kreatifitas untuk mengembangkan. “Memang membutuhkan waktu sangat panjang untuk merobah paradigma pengajaran sastra di sekolah selama ini,” ujar Taufiq.

Taufiq Ismail mendirikan Rumah Puisi di Aie Angek, salah satu tujuannya adalah untuk melatih guru Bahasa dan Sastra Indonesia . Dalam pelatihan itu guru akan diajarkan metoda pengajaran Bahasa dan Sastra yang asyik dan menyenangkan.

Dalam seminar tersebut, selain Taufiq Ismail, juga tampil sebagai pembicara Dosen UNP Dr. Harris Effendi Thahar, M.Pd dengan makalah “Pembelajaran Menulis, Proses dan Persiapan Guru”, dan Muhammad Subhan, wartawan dan penulis dengan makalah “Kiat Menembus Media Massa. (*)

Sumber: http://www.tribunpekanbaru.com/read/artikel/8130/puluhan-guru-bahasa-dan-sastra-kenang-ws-rendra

HIMA Basindo FKIP UMSB Padang Panjang Gelar Seminar Sastra dan Launching Antologi Puisi

PADANGPANJANG, Haluan - Himpunan mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia (HIMA BASINDO) FKIP/ Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhamadiyah Kauman Padangpanjang, Sumatera Barat, akan melaksanakan acara Seminar Sastra Nasional dan Lounching Antologi Puisi “Lautan Sajadah”, pada Sabtu, 25 April 2009, mendatang di Gedung Kuliah FKIP Kauman Padangpanjang.

Ketua Panitia Sandy Octaria Sandy kepada Haluan kemarin mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyambut bulan sastra. Acara seminar nasional berencana menghadirkan pembicara para sastrawan nasional, seperti; DR. (HC) Taufik Ismail dengan judul makalahnya ”Paradigma Baru Kesusasteraan Indonesia”, Gus tf Sakai (sastrawan nasional) dengan materi “Proses Kreatif dalam menulis Prosa”, dan Sulaiman Juned (Penyair, Sutradara dan pimpinan Komunitas Seni Kuflet) dengan makalah bertajuk “Proses Kreatif Penulisan Puisi”.

Disebutkan, kegiatan ini untuk memacu dan meningkatkan kreatifitas guru Bahasa dan Sastra Indonesia dalam proses belajar mengajar di sekolah, serta memacu semangat rekan-rekan mahasiswa untuk berproses kreatif.

Ketua HIMA BASINDO Immatul Jannah menambahkan, seminar sastra nasional ini, pesertanya diharapkan dari kalangan guru, mahasiswa, siswa dan masyarakat umum. Selain Seminar Sastra, juga dilaksanakan Lounching perdana antologi puisi berjudul ‘Lautan Sajadah’. Antologi ini berisikan 104 puisi religius penyair asal mahasiswa FKIP/Bahasa dan Sastra Indonesia UMSB.

"Antologi puisi ini dieditori oleh Penyair Sulaiman Juned dan Muhammad Subhan. Ini tahap awal kerja serius yang dilakukan rekan-rekan mahasiswa, untuk ke depan masih banyak kerja-kerja yang berguna bagi masyarakat yang harus dilakukan oleh mahasiswa," tuturnya didampingi Sandy Octaria di ruang kerjanya.

Immatul Jannah menambahkan, para pembicara seperti sastrawan Gus tf Sakai dan Sulaiman Juned sudah berkenan untuk hadir menjadi pembicara. Begitu juga Sastrawan Senior DR (HC) Taufiq Ismail berkenan untuk menjadi pembicara dalam acara tersebut. (aan)

Sumber: http://www.harianhaluan.co.cc/2009/04/hima-basindo-fkip-umsb-padang-panjang.html

Editor HOKI Melepas Masa Lajang


KabarIndonesia - Salah seorang Citizen Reporter of The Month 2007 dan juga editor Harian Online KabarIndonesia (HOKI), Muhammad Subhan (27), yang berdomisili di Kota Wisata Bukittinggi, Sumatera Barat, Sabtu (9/12) lalu, mengakhiri masa lajangnya. Pemuda berdarah Aceh-Minang ini menyunting gadis Minang yang berasal dari Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

Dan statusnya sekarang pun berubah, dari mulanya bergelar "si lajang yang mencari jodoh" menjadi “si bujang baru dapat jodoh”. Sekarang kehidupannya semakin mudah karena ada keterlibatan seorang istri yang setia mendampingi hari-harinya. Istrinya itu, Fitri Kumala Sari (25), adalah seorang guru Bahasa Inggris pada salah satu SMP swasta di Kota Padang.

"Kami turut bangga dan bahagia atas kabar pernikahanmu, adinda," kata Wilson Lalengke, Pemimpin Redaksi Harian HOKI melalui pesan singkatnya menyampaikan ucapan selamat Dewan Redaksi kepada sang mempelai.

Muhammad Subhan yang lahir di Medan, Sumatera Utara pada tanggal 3 Desember 1980 ini, merupakan salah seorang editor termuda di KabarIndonesia. Ia bergabung di HOKI sejak November 2006. Dinobatkan sebagai Citizen Reporter of The Month KabarIndonesia pada Februari 2007.

Di samping berita-berita daerah yang ditulisnya, Ia juga senang menulis kolom-kolom pendek dengan bahasa sederhana dari berbagai tema. Ia juga seorang fotografer yang suka pada objek-objek alam dan human interest.

Di samping rutin menulis di KabarIndonesia, Ia juga dipercaya sebagai Koordinator Daerah Harian Haluan Padang untuk wilayah Kota Bukittinggi sejak Januari 2007. Di organisasi PWI Perwakilan Bukittinggi periode 2007-2010, ia juga diamanahkan menduduki posisi sebagai Divisi Penelitian dan Pengembangan (Litbang).

Okelah, Bung Muhammad Subhan. Selamat Berbahagia buat Anda, semoga selalu rukun dalam menapaki hidup baru bersama pasangan tercintanya. KabarIndonesia dan ribuan pembaca HOKI menunggu tulisan-tulisan Anda kembali. Sekali lagi, Selamat Bung!

Terima kasih dan salam hangat.

Redaksi HOKI

Sumber: http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=5&jd=Editor+HOKI+Melepas+Masa+Lajang&dn=20071224190505

STSI Padangpanjang Latih Guru se-Sumbar Pintar Menulis

Musfi Yendra - Padang Today

Menumbuhkan semangat menulis bagi guru akan bisa meningkatkan kualitas pengajaran di sekolah. Tapi sayang hanya sedikit sekali tenaga pengajar itu yang menuangkan pemikirannya kedalam tulisan.

Mencermati lemahnya semangat menulis guru, STSI Padangpanjang akan mengangkatkan Diklat Karya Tulis Ilmiah Guru se-Sumatera Barat. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu (10/05) mendatang di Kampus STSI Padangpanjang. Ditargetkan sebanyak 100 orang guru akan mengukiti kegiatan ini. Meningkatkan Semangat Aktualisasi Menulis bagi Guru menjadi tema dalam diklat ini.

"Kita ingin memotivasi guru agar bisa menulis, "ungkap Pimpinan Komunitas Seni Kuflet STSI Padangpanjang Sulaiman Juned Jum'at (8/05).

Muhammad Subhan penulis muda Sumbar juga wartawan Haluan dan Azril Mukhtar dosen STSI akan menjadi pembicara dalam kegiatan tersebut. Selain memberikan materi kedua pembicara juga akan memberikan pelatihan teknis.

"Saya memberikan materi Kiat Menembus Media Massa. Saya akan tuntun para peserta menulis sampai ke media massa, "Ungkap Muhammad Subhan pagi ini kepada Padang Today.

Selain diklat penulisan, tanggal 11 Mei juga diadakan lomba puisi tingkat Sumbar di tempat yang sama. Lomba puisi terbuka untuk umum. Puisi telah disiapkan oleh panitia.

"Kita target 50 orang peserta ikut berlomba, "ungkap Sulaiman Juned.

Tek Nong Komalawati penyair dari Aceh akan menjadi juri dalam lomba tersebut.

Masih terbuka kesempatan bagi guru untuk ikut diklat ini. Masyarakat umum juga masih bisa mendaftar untuk lomba puisi, dengan cara menghubungi 081393286671 an Sulaiman Juned, atau langsung ke Kampus STSI. (*)

Sumber: http://www.padang-today.com/?today=news&d=4&id=6031