Jumat, 12 Februari 2010

Sebuah Testimoni Tentang Novel “Cinta di Kota Serambi”


Oleh: Muhammad Subhan

Mulanya, saya tidak begitu memperhatikan naskah Novel yang ditulis Pak Irzen Hawer berjudul “Cinta di Kota Serambi” ketika ia menyerahkannya kepada saya di Rumah Puisi Taufiq Ismail beberapa bulan lalu. Saya hanya menyarankan, cobalah dikirimkan ke Jakarta. Mana tahu ada penerbit yang berminat.

Tapi setelah saya baca keseluruhan isi novel tersebut, alangkah kagetnya saya bahwa ini adalah novel yang benar-benar luar biasa, yang ditulis oleh seorang putra Padangpanjang, Kota Serambi Mekah. Saya bawa novel itu ke Komunitas Seni Kuflet Padangpanjang dimana sehari-hari saya berkecimpung berdiskusi sastra bersama kawan-kawan “senasib”, lalu membedahnya. Kesimpulan saya, novel ini layak mendapat tempat di hati pembaca.

Maka saya berpikir pula, kenapa harus menerbitkannya di Jakarta? Sedikit-sedikit Jakarta, apa hebatnya Jakarta? Padangpanjang meski sebuah kota kecil di wilayah administratif Propinsi Sumatera Barat namun saya kira juga memiliki potensi penerbitan buku. Pak Irzen Hawer pun berharap agar bukunya bisa diterbitkan oleh Komunitas Seni Kuflet melalui Divisi Penerbitannya, Kuflet Publishing. Dengan dana seadanya, kawan-kawan pun mulai bergerak. Komit, dan siap mengangkat novel ini hingga diterbitkan.

Maka, ketika covernya didesain oleh seorang anggota Kuflet, lalu dipromosikan melalui facebook dan situs jejaring sosial lainnya, dalam sekejab mendapat respon luar biasa dari berbagai kalangan, tidak hanya masyarakat umum, namun juga teman-teman sastrawan yang cukup senior di Tanah Air, termasuk mancanegara. Pemesan pun mulai mengalir. Dan siapa sangka, kalau novel ini mendapat komentar luar biasa dari novelis besar Ahmad Tohari, Dianing Widya Yudhistira, Mustafa Ismail, D. Kemalawati, dan sejumlah nama lainnya.

Sampai saat ini, saya dan Kanda Sulaiman Juned, S.Sn, M.Sn belum dibayar sebagai tenaga editor dan yang menerbitkan novel ini. Dan, kami juga siap tidak dibayar asalkan penulis generasi baru (meski usia Pak Irzen Hawer sudah 50-an tahun) Padangpanjang ini bisa terekspose ke permukaan. Dia bisa menjadi “pahlawan” bagi Padangpanjang sebagai kota seni dan seniman serta gudangnya penulis di masa dahulunya.

Kami harapkan, dengan penerbitan novel ini nantinya dapat memotivasi generasi muda Padangpanjang khususnya untuk membudayakan gemar membaca dan menulis sebagai simbol peradaban bangsa-bangsa besar di dunia. Tak soal kita berdomisili di kota kecil namun kota kecil ini kelak bisa menjadi gerbang dunia yang didatangi banyak orang, layaknya Pulau Belitong yang terangkat potensinya lewat Novel Adrea Hirata, “Laskar Pelangi”.

Untuk itu, kami mengajak kerjasama berbagai pihak, khususnya tokoh-tokoh Padangpanjang baik yang berada di kampung halaman maupun di perantauan untuk memberikan bantuan baik moril maupun spirituil sehingga acara Peluncuran ini dapat berlangsung sukses dan membanggakan, bukan bagi kami saja di Komunitas Seni Kuflet namun juga bagi Padangpanjang tercinta. Insya Allah.
Berikut Proposal yang kami ajukan dan semoga mengetuk pintu hati Bapak/Ibu/Saudara/Sahabat untuk menjalin kerjasama (sekali lagi bukan buat kami) tapi buat masa depan Padangpanjang yang lebih baik. Klik Proposal di: http://penamuhammadsubhan.blogspot.com/2010/02/proposal-seminar-cara-hebat-jadi_11.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar